Kegiatan investigasi entrepreneur di bidang pengembangan dan marketing business intelligent system kini menjadi salah satu kunci sukses menghadapi persaingan bisnis yang ketat. Belajar menjadi 'entrepreneur' yang mengintai pasar adalah tantangan bagi Muh. Saleh Ibrahim, General Director CV. Al-Fadhelindo Sarana Global Indonesia.
Mengkoordinasi para Manager dan divisi dengan sistem intelegensi, pria yang akrab dipanggil Ale ini bertanggung jawab pada lalulintas Seluruh aktivitas operasional, administrasi dan informasi pemasaran yang berharga, termasuk pergerakan pesaing, sekaligus mengetahui keinginan konsumen.
Bukan satu pekerjaan mudah. Apalagi beliau ini masih relatif baru di perusahaan jasa dan perdagangan milik sendiri
Sebelumnya, informasi terkait dengan kegiatan pemasaran masih dilakukan dengan cara-cara yang masih relatif umum. Namun, di tangan Ale divisi-divisi marketing surveillance kini menjadi urat nadi perjalanan bisnis Diamond Centre yang makin berkembang pesat.
"Tanggung jawab pekerjaan saya langsung kepada Komisaris utama dan Pelanggan loyal untuk dijadikan acuan menetapkan kebijakan perusahaan yang dianggap penting bagi kelangsungan bisnis," ujar pria kelahiran Makassar 09 Oktober 1979.
Memulai karier sebagai staf Logistic & Distribution di kantor Matahari Dept. Store Makassar pada 1999, lulusan Fakultas Ekonomi Manajemen Yayasan Ujung Pandang Makassar akrab dengan upaya perumusan strategi manajemen perusahaan.
Kala itu dia dipercaya menangani Branch Manager Jasa Logistic yang berada di bawah satu wilayah Makassar. Di situ, Ale membuat satu rumusan format entrepreneur sejati, strategis bisnis, laporan keuangan dari jasa logistik satu kawasan yang berjumlah lebih dari 100 perusahaan. Dengan latar belakang pendidikan manajemen bisnis di Makassar, Ale mendapat kepercayaan penuh dan sukses mengelola dan menjadi entreprenuer sejati:
| BIODATA |
| Nama | Muh. Saleh Ibrahim |
| Tempat tgl lahir | Makassar, 09 Oktober 1979 |
| Pendidikan | Sarjana Ekonomi Manajemen Makassar |
| Status | Menikah, satu anak |
| Karier | ·1999 – 2008 :Staff Logistic & Distribution Matahari Dept. Store Makassar · 2008 - sekarang : Branch Manager PT. Kent Transindo Indonesia Indonesia ·2005 – sekarang : Ketua Pembina Yayasan Ikatan Komunitas Muda Peduli Sosial (IKMPS) ·2008 – sekarang : Pimpinan Lembaga Pendidikan & Pelatihan Makassar Action Brain (M@cbrain-Corp) ·2008 – sekarang : Direktur CV. Tari Group · 2009 - sekarang : Direktur Utama CV. Alfadhelindo Sarana Global Indonesia · 2009 - sekarang : Vice Direktor CV. Platinium Sarana Indah |
Otodidak Namun, keinginan untuk mengembangkan karier dan jiwa bisnis membuat Ale memutuskan hengkang sebagai staf logistic & Distribution Matahari Dept. Store dan menerima tawaran berkarier di PT Kent Transindo Indonesia di Surabaya dan Jakarta.
"Waktu itu saya tidak tahu-menahu tentang bisnis Jasa. Hasrat untuk pengembangan karier lah yang membuat saya belajar cepat tentang industri jasa," ujarnya.
Proses belajar yang relatif cepat itu membuat Ale dipercaya menangani satu Area baru di Platinium yaitu Branch Manager. Kinerjanya diuji saat perusahaan menugaskannya sebagai salah satu Manager di Makassar.
"Waktu itu metode yang saya terapkan di area itu sangat otodidak dan berdasarkan pengalaman kerja di lapangan. Ternyata belakangan saya tahu metode itu masuk dalam kegiatan Management intelligent," ujarnya dengan senyum tipis.
Tugasnya adalah mengumpulkan informasi yang terkait dengan kegiatan manajemen perusahaan di daerah termasuk strategi pesaing, kondisi lapangan, perilaku konsumen, dan kinerja para staf operasional & pemasaran yang dia dapatkan dari sumber-sumber di luar manajemen perusahaan.
Ternyata upaya kerja kerasnya itu berbuah manis. Hanya dalam waktu 6 bulan saja dia dipercaya menjadi Vice Director CV. Platinium Sarana Indah.
Perjalanan kariernya terus berlanjut hingga pihak manajemen perusahaan memintanya membuka cabang di Makassar dan menjadi pimpinan divisi cabang area, membawahi subdivisi di kantor-kantor cabang seluruh Indonesia Timur.
Memiliki banyak pengalaman sebagai orang lapangan dan menemukan metode bekerja sebagai staf logistik, Ale mengaku tidak sulit menerapkan pola-pola kerja anak buahnya di kota-kota lain seluruh Indonesia.
Apalagi dilihat dari pekembangan bisnis jasa sebagai perusahaan jasa swasta lokal, Ale merasa bisnis ini juga turut memberi sumbangsih yang cukup penting.
"Tapi saya tidak tahu apakah karena bisnis ini jasa logistik makin berkembang. Buat saya tanggung jawab pekerjaan apapun harus dilakukan yang terbaik untuk kepentingan perusahaan," ujar anak ketiga dari empat bersaudara ini.
Sejauh ini upaya memberikan yang terbaik untuk perusahaan tetap jadi tujuan utamanya dalam berkarier. Meski ke depan, dia berharap ingin menjadi seorang profesional di bidang yang dia kuasai saat ini.
Di sela-sela pekerjaan yang dia emban dengan tanggung jawab pekerjaan yang tidak ringan, bapak satu ini hanya memiliki satu kegiatan yang sangat dia senangi saat liburan tiba, yaitu survei peluang bisnis di kota-kota besar dan pelosok sekaligus untuk rekreasi istri dan anak semata wayangnya di kota-kota besar di Indonesia.
Kebetulan, sang istri adalah seorang ibu rumah tangga yang sukses di perusahaan keluarga dan menjadi salah seorang Komisaris Utama. Tanggung jawab pekerjaan itu yang membuat keduanya terpaksa rela untuk menghabiskan waktu untuk bisnis yang digeluti satu sama lain. "Saya tetap berharap suatu saat bisa mengembangkan perusahaan keluarga setaraf internasional dengan keluarga," ujarnya sembari mengangguk-angguk.
Selama cita-cita itu belum tercapai, pehobi olah raga bulu tangkis, internet, dan membaca biografi orang-orang terkenal itu berkomitmen untuk lebih fokus pada pekerjaan dan kariernya saat ini sembari terus menimba ilmu. (shaleh_ibrahim90@yahoo.co.id)
Warda Saleh SE,
M@cbrain.Corporate